Sekali scroll, satu isu jadi viral.
Sekali lagi scroll, opini publik sudah terbentuk.
Tapi benarkah prosesnya sesederhana itu?
Jakpat mengajak 1.446 responden dari 34 provinsi buat cerita tentang kebiasaan mereka menghadapi konten viral dan hasilnya tidak sepenuhnya sesuai stereotip “netizen gampang termakan hoaks.”
Pas Lihat Info Viral, Kita Ternyata Nggak Asal Percaya
Ketika ditanya apa yang biasanya dilakukan saat melihat info viral, 71,6% responden memilih “mencari informasi tambahan” dulu. Yang langsung percaya begitu saja? Cuma 1,5%.

Semakin sering seseorang penasaran terhadap konten viral, semakin besar juga kecenderungannya untuk cari klarifikasi kebenaran konten tersebut. Ini menandakan bahwa rasa penasaran itu justru mendorong sikap kritis, bukan sikap mudah percaya.
Hal ini juga terlihat dari tingkat kepercayaan terhadap info yang pertama kali muncul di medsos. Sebanyak 58,2% responden mengaku kurang atau bahkan tidak percaya, dan yang benar-benar percaya begitu saja hanya 3,1%.
Tapi Anehnya, Dampaknya ke Citra Seseorang Tetap Dianggap Besar
Meski secara pribadi orang mengaku skeptis dan suka cek ulang, 94,4% tetap menilai konten viral punya pengaruh besar terhadap citra seseorang.

Jadi ada semacam paradoks di sini: secara individu, orang merasa dirinya kritis dan nggak mudah percaya. Tapi secara kolektif, mereka tetap yakin viralitas bisa membentuk atau bahkan menghancurkan citra seseorang dalam sekejap.
Bagi brand, kreator, maupun figur publik, data ini menunjukkan bahwa audiens hari ini tidak sepasif yang dibayangkan. Konten asal viral tanpa dasar yang kuat bisa langsung ketahuan dan malah bikin kepercayaan publik turun sebelum sempat membentuk opini mereka.
78 total views, 32 views today
No Pertanyaan Jawaban Singkat
1 Kenapa mudah tergoda percaya konten viral? Karena terburu-buru dan ikut arus
2 Apa yang sering luput kita periksa? Kebenaran sumber dan fakta
3 Apa dampak jika langsung percaya saja? Salah paham dan menyebar hal salah
4 Apa langkahmu sebelum percaya? Cek ulang kebenarannya dulu
5 Apa intinya bagimu? Jangan mudah percaya, cari tahu dulu