Kenapa Kita Tetap Beli Makanan Viral, Padahal Sering Kecewa?

Setiap ada makanan atau minuman baru yang viral di media sosial, pasti ada saja yang rela antre lama demi bisa nyobain. Tapi seberapa besar sih sebenarnya pengaruh “viral” ini ke keputusan belanja kita? Dan yang lebih penting, apakah rasanya benar-benar sepadan dengan hype-nya?

Jakpat baru saja mengulik kebiasaan 1.637 responden dari 34 provinsi soal fenomena makanan viral, dan hasilnya lumayan bikin senyum-senyum sendiri. Ada FOMO, ada kecewa, tapi anehnya orang-orang tetap balik lagi.

Kita Tergoda, Tapi Nggak Sepenuhnya Kalap

Ternyata mayoritas orang masih cukup rasional soal ini. Hampir separuh responden (48%) mengaku hanya sesekali membeli makanan atau minuman karena viral dan bukan kebiasaan rutin. Hanya sebagian kecil (16%) yang benar-benar sering tergoda ikut tren, dan segelintir lainnya (6%) mengaku nyaris tidak pernah peduli sama sekali dengan hype yang beredar.

Menariknya, pola ini nggak jauh beda antara laki-laki dan perempuan. Perempuan sedikit lebih sering tergoda ikut-ikutan tren dibanding laki-laki, tapi selisihnya nggak terlalu besar. Yang justru menonjol adalah laki-laki cenderung lebih “cuek”: persentase yang mengaku sama sekali tidak tertarik ikut tren makanan viral lebih tinggi pada laki-laki (8,1%) dibanding perempuan (5%).

Ekspektasi Tinggi, Kenyataan Sering Mengecewakan

Meski kebanyakan orang cukup selektif soal ikut tren, ternyata pengalaman mereka setelah mencoba makanan viral nggak selalu manis. Lebih dari 70% responden mengaku pernah merasa kecewa setelah mencoba makanan viral, entah sesekali maupun berkali-kali, entah karena rasanya biasa saja, porsinya kurang sepadan dengan harga, atau memang cuma gembar-gembor semata. Hanya 3,4% yang mengaku belum pernah kecewa sama sekali.

Dengan kata lain, sebagian besar dari kita sebenarnya sadar risiko kecewa itu ada tapi tetap saja penasaran dan mencoba lagi begitu tren baru muncul. FOMO rupanya cukup kuat untuk mengalahkan trauma kecil dari pengalaman sebelumnya.

Kalau dilihat dari gender, perempuan sedikit lebih sering melaporkan pernah kecewa dibanding laki-laki. Pengaruh media sosial terhadap keputusan makan kita nyata adanya, tapi kebanyakan orang sebenarnya tidak asal ikut-ikutan. Masalahnya, ketika mereka akhirnya tergoda mencoba, hasilnya lebih sering mengecewakan daripada memuaskan.

Buat kamu yang gemar berburu makanan viral, mungkin ini saatnya sedikit lebih selektif: cek dulu review yang lebih jujur sebelum ikut antre, biar tidak berakhir kecewa lagi.

 18 total views,  18 views today

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x