Bayangkan provider langganan kamu tiba-tiba menaikkan harga paket data. Apakah kamu langsung ganti kartu? Apakah kamu langsung ganti kartu? Ternyata, hanya sedikit yang memilih opsi jawaban ini.
Naik harga? Turun paket dulu
Sebagian responden (50%) bilang akan tetap pakai provider yang sama, tapi pindah ke paket yang lebih murah atau kuota lebih kecil. Sekitar 23% mulai membandingkan dengan provider lain, 18% santai karena harga bukan masalah besar, dan 6% menambah kartu kedua. Yang langsung pindah provider? Hanya 3%.

Harga paketnya wajar atau mahal?
Sebanyak 44% responden menilai harga paket data yang mereka gunakan saat ini masih wajar. Sisanya terbagi, sekitar 32% menilai mahal dan 25% menilai murah.
Kalau dilihat tiap provider, ceritanya agak berbeda. Pendapat pengguna Indosat lebih beragam, dengan sebagian menilai harga wajar dan lainnya menganggapnya murah. Pengguna Telkomsel lebih sering menilai harga paket data mereka cukup mahal. Sementara pengguna XL Axiata relatif lebih banyak yang menganggap harganya wajar.
Loyal, tapi bersyarat
Loyalitas kita ternyata punya syarat. Jika provider lain menawarkan promo lebih murah dengan kuota lebih besar, 49% responden mempertimbangkan untuk pindah. Hanya 31% yang bilang kemungkinan tidak pindah.
Saat harga naik, pengguna Telkomsel cenderung memilih menurunkan paket, sedangkan pengguna XL Axiata relatif lebih aktif membandingkan provider lain. Saat ditawari promo, pengguna Telkomsel cenderung masih ragu-ragu. Sementara itu, pengguna XL Axiata lebih terbagi antara yang memilih bertahan dan yang terbuka untuk pindah.
Apa yang bikin mikir buat pindah?
Kualitas dan kecepatan sinyal menjadi pertimbangan utama (56%), disusul harga paket yang lebih murah (53%) dan cakupan jaringan di daerah tempat tinggal (47%). Rekomendasi teman atau keluarga? Cuma 8%. Ternyata, kita lebih mengandalkan pengalaman sendiri dengan sinyal daripada rekomendasi orang lain.
Pengguna Indosat cenderung lebih menimbang harga paket, sedangkan pengguna Telkomsel dan XL Axiata cenderung menaruh sinyal di posisi tinggi.
Dilihat dari Generasi dan Gender
Gen Z lebih sering menurunkanpaket saat harga naik (54% dibanding 46% Gen Y). Gen Y lebih sering membandingkan provider (27% dibanding 18% Gen Z) dan lebih sering menyebut sinyal sebagai alasan pindah (62% dibanding 50%).
Perempuan lebih sering memilih menurunkan paket (55% dibanding 43% laki-laki), sementara laki-laki lebih sering menjawab pasti pindah kalau ada promo menarik (15% dibanding 8%).
Intinya
Kenaikan harga tidak otomatis membuat pengguna berpindah provider. Kita lebih suka mengatur ulang paket, membandingkan diam-diam, lalu pindah kalau tawarannya benar-benar menggoda dan sinyalnya meyakinkan. Kamu tim yang mana? Menurunkan paket, bandingin dulu, atau langsung gaspol pindah?
![]()