GIIAS 2026 baru aja bikin heboh linimasa gara-gara makin banyak merek mobil listrik asal China yang nongol, sebut aja Leapmotor sampai GWM. Tapi di balik hype-nya, seberapa banyak sih orang Indonesia yang beneran mengikuti isu ini? Jakpat coba gali langsung ke 1138 responden.
Ternyata, cuma 13.5% yang “mengikuti banget, update terus” soal GIIAS 2026 dan serbuan mobil listrik China. Mayoritas, 51.2%, cuma tahu sekilas doang. Sisanya, 28.5% baru dengar soal ini saat ditanya, sementara 6.7% terang-terangan bilang nggak tertarik sama sekali. Jadi walaupun ramai di media, isu ini masih masih sebatas “tahu doang” buat kebanyakan orang.
Gen Y Pilih Mana?
Nah, di sinilah gap generasi mulai kelihatan jelas. Gen Y masih lebih nyaman sama yang konvensional, 38.9% dari mereka pilih bensin atau hybrid. Waktu ditanya soal pertimbangan utama tentang mobil listrik China, Gen Z justru paling tertarik pada fitur dan teknologinya. Sebanyak 46.9% menyebutnya sebagai alasan utama, jauh di atas Gen Y yang hanya 32.5%. Sebaliknya, Gen Y lebih was-was soal kualitas dan harga jual kembali.

Jadi, banyak orang Indonesia mungkin belum terlalu “update” soal GIIAS 2026 dan mobil listrik China. Tapi begitu ditanya langsung, mereka punya pendapat yang cukup jelas. Gen Z lebih penasaran sama teknologinya, Gen Y lebih hati-hati dalam mempertimbangkan kualitas dan harga jual kembali. dan keduanya sama-sama setuju kalau makin banyak pilihan itu bagus buat konsumen.
Menurut kamu sendiri, gimana? Sudah siap coba mobil listrik merek China, atau masih mending nunggu dan lihat dulu?
11 total views, 11 views today